BatamZona Headline

Pipa Gas WNTS Digadang Jadi Harapan Warga Batam Lepas dari Listrik Mahal dan Pemadaman

30
×

Pipa Gas WNTS Digadang Jadi Harapan Warga Batam Lepas dari Listrik Mahal dan Pemadaman

Share this article
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi melakukan groundbreaking ceremony pembangunan Pipa Gas West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Selasa (10/2/2026).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Harapan warga Batam untuk keluar dari ancaman listrik mahal, pemadaman bergilir, serta ketergantungan pada energi impor mulai menemukan titik terang. Pembangunan Pipa Gas West Natuna Transportation System (WNTS) resmi dimulai setelah Wali Kota Batam Amsakar Achmad melakukan groundbreaking ceremony menuju Pulau Pemping, Kecamatan Belakangpadang, Selasa (10/2/2026).

Proyek strategis nasional ini menjadi tonggak penting penguatan ketahanan energi Batam dan wilayah perbatasan, setelah melalui proses perencanaan panjang selama hampir satu dekade. Gas bumi dari Natuna nantinya akan menjadi sumber energi utama yang lebih stabil dan efisien bagi pembangkit listrik serta sektor industri di Batam.

BACA JUGA:  Maling Kabel Tower Tembesi Kencingi Warga Sebelum Terjebak 4 Jam di Ketinggian 100 Meter

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan pembangunan pipa gas WNTS merupakan wujud nyata arahan Presiden Republik Indonesia terkait kemandirian energi nasional sekaligus jawaban atas keresahan masyarakat Batam selama ini.

“Mimpi yang telah kita rintis selama 10 tahun ini akhirnya terwujud. Batam adalah wajah terdepan Republik Indonesia di bagian barat. Tidak masuk akal jika masyarakat di pulau-pulau strategis masih merasa belum merdeka karena persoalan energi,” tegas Amsakar.

BACA JUGA:  AirAsia Malaysia Buka Rute Internasional Kuala Lumpur–Batam, Mulai 13 Maret 2026

Selama ini, Batam menghadapi tantangan serius berupa biaya listrik yang tinggi dan potensi gangguan pasokan akibat ketergantungan pada energi impor. Kondisi tersebut semakin krusial seiring lonjakan kebutuhan listrik yang mencapai sekitar 15 persen per tahun, dipicu pertumbuhan industri dan investasi.