Pihak paguyuban memberikan kebebasan bagi pedagang baru untuk bergabung atau tidak. Namun, jika mereka memilih berada di luar keanggotaan Sri Panglima, paguyuban tidak bertanggung jawab atas segala urusan maupun konflik di masa depan.
Kemandirian pedagang non-anggota ini kerap menjadi bumerang. Ketika pedagang non-anggota enggan berpartisipasi dalam gotong royong kebersihan dan membiarkan lapaknya kotor, masyarakat sering kali salah sasaran dan menyalahkan Paguyuban Sri Panglima.
Dedikasi UMKM: Rogoh Kocek Pribadi Perbaiki Infrastruktur
Jauh dari stigma negatif, Paguyuban Sri Panglima justru telah memberikan kontribusi nyata bagi kawasan Pantai Piwang. Minimnya infrastruktur dan minimnya pelatihan pembinaan di masa lalu membuat para pedagang harus bergerak secara mandiri.
Kawasan Pantai Piwang yang dulunya kerap becek dan berlumpur saat hujan, kini mulai nyaman dilalui berkat inisiatif patungan para pedagang yang membeli ribuan kubik tanah timbunan menggunakan uang pribadi.
“Kami semua bekerja sama pelan-pelan secara mandiri menimbun jalan agar pengunjung tidak risih. Alhamdulillah, meski di beberapa titik masih ada yang becek, sudah tidak separah dulu dan nyaman dilewati kendaraan,” kenang Agung.














