Selain infrastruktur, selama 6 tahun terakhir, paguyuban juga aktif memfasilitasi legalitas anggota secara kolektif, mulai dari pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi Halal.
Mereka juga gigih mencari bantuan hibah, seperti pengadaan tenda dari pihak ketiga hingga mendaftarkan anggota untuk menerima bantuan gerobak dagang dari pemerintah.
Ke depannya, Paguyuban Sri Panglima menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah, termasuk program pembinaan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) setempat.
“Kami fine-fine saja dan selalu mendukung program pemerintah. Kami berterima kasih atas tempat dan bantuan yang telah diberikan. Kami berharap ke depannya pemerintah semakin peduli dalam membina pedagang UMKM yang selama ini terus berjuang menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara mandiri,” tutup Agung.














