BatamZona Headline

Ditanam dengan Seremoni, Tumbang oleh Spontanitas: Rapuhnya Skenario Hijau di Jalan Protokol Batam

7
×

Ditanam dengan Seremoni, Tumbang oleh Spontanitas: Rapuhnya Skenario Hijau di Jalan Protokol Batam

Share this article
Kondisi ratusan pohon jati emas yang patah di Jalan Jenderal Sudirman Batam akibat perusakan.
Kondisi ratusan pohon jati emas yang patah di Jalan Jenderal Sudirman Batam akibat perusakan.
banner 468x60

“Saat musim kemarau, ketika warga Batam sangat butuh keteduhan di tengah aspal yang membara, pohon ini justru menggugurkan daunnya. Secara fungsi ekologi sebagai penyerap karbon dan pengatur suhu, ini tidak tepat untuk jalur peneduh kota,” tegas Hendrik.

Kejadian tumbangnya 300 pohon jati emas di tangan T.N (terduga pelaku) pada 30 April 2026, menjadi tamparan keras. Jika seremoni tahun 2022 dihadiri oleh para jenderal dan petinggi negeri, “eksekusi” pohon-pohon tersebut justru dilakukan oleh warga kelas bawah yang merasa terasing dari pembangunan.

BACA JUGA:  Naga-Naga Bisnis Kepri Kepung Amsakar Achmad Soal Kepastian Izin di Batam

T.N mengaku melakukan aksi itu secara spontan karena tekanan hidup. Ini menunjukkan celah besar, pembangunan infrastruktur hijau yang menelan dana CSR besar ternyata tidak memiliki “pengaman sosial”.

Warga tidak merasa memiliki (sense of belonging) terhadap jati-jati emas tersebut. Pohon yang dianggap elit oleh pejabat, ternyata dianggap sebagai objek pelampiasan emosi oleh warga yang terhimpit ekonomi.

BACA JUGA:  Polda Kepri Bongkar Mafia BBM Subsidi di Batam, Modus 'Surat Sakti' Rugikan Negara Ratusan Juta

Rudi sendiri sempat menargetkan bahwa pada 2029, seluruh akses jalan utama sudah terbuka dengan jalur lambat di samping barisan jati emas. Namun, insiden perusakan massal ini memaksa publik untuk mengevaluasi ulang: apakah benar jati emas adalah pilihan yang tepat untuk jangka panjang?