Batam

Peringatan 1 Bulan Perjuangan: Warga Melayu Pulau Rempang Bersatu Melawan Relokasi

163
×

Peringatan 1 Bulan Perjuangan: Warga Melayu Pulau Rempang Bersatu Melawan Relokasi

Share this article
Peringatan 1 Bulan Perjuangan: Warga Melayu Pulau Rempang Bersatu Melawan Relokasi
Lebih seribu orang warga Pulau Rempang memperingati satu bulan Solidaritas Masyarakat Melayu untuk Rempang (ist)
banner 468x60

Dalam kesempatan tersebut, Isnur juga menegaskan bahwa aksi solidaritas warga secara langsung membantah klaim Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya Bahlil menyatakan bahwa 70 persen warga setuju untuk direlokasi. Kenyataannya, mayoritas warga justru menolak dan bersikeras untuk mempertahankan kampung mereka.

Mewakili warga dari berbagai kampung, beberapa perwakilan warga memberikan orasi singkat. Orator dari warga ini mengajak semua untuk terus berjuang dalam mempertahankan tanah yang diwariskan oleh leluhur mereka. Mereka juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan solidaritas dalam perjuangan mereka.

BACA JUGA:  Amsakar Achmad Cuti Haji, Li Claudia Chandra Segera Pegang Tongkat Komando Batam

“Kita di sini memiliki tanah, bukan merampas hak orang lain, melainkan tanah yang diperjuangkan oleh orangtua kita. Kita akan mempertahankannya,” ujar salah satu warga.

Puspa Dewi, Kepala Divisi Kampanye Walhi Nasional, menegaskan bahwa semangat perjuangan masyarakat Pulau Rempang untuk menolak rencana penggusuran masih sangat kuat dan berkelanjutan. Walhi akan terus mendukung Masyarakat Melayu di Pulau Rempang dalam perjuangan mereka.

BACA JUGA:  Wuling Eksion Resmi Hadir di Batam, SUV 7-Seater EV dan Hybrid untuk Keluarga

Acara ditutup dengan warga membentangkan spanduk dan karton yang menyatakan penolakan terhadap rencana relokasi akibat pembangunan kawasan Rempang Eco City, disusul dengan lantunan Solawat oleh seluruh peserta.