Melihat kecenderungan ini, Bupati Cen menyatakan akan mengirimkan surat kepada Kementerian Sosial untuk menyesuaikan komposisi penerimaan siswa Sekolah Rakyat. Semula dirancang 50 siswa SD, 25 SMP, dan 25 SMA, kini usulan baru akan mengubah kuota SMP menjadi 50 orang.
“Orang tua masih ragu melepas anak usia SD untuk diasramakan. Tapi minat dari lulusan SD untuk lanjut ke SMP cukup tinggi. Ini harus kita fasilitasi,” ujar Cen.
Sekolah Rakyat Natuna, Solusi Pendidikan untuk Wilayah Terluar
Program Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan anak putus sekolah di Natuna. Seluruh kebutuhan pendidikan—termasuk biaya sekolah, seragam, dan kebutuhan dasar—ditanggung penuh oleh pemerintah.
“Harapan kita, setelah sekolah ini berjalan, orang tua bisa datang menjenguk dan melihat langsung bagaimana anak-anak mereka mendapatkan pendidikan yang layak. Ini bagian dari pemerataan akses pendidikan berkualitas di daerah perbatasan,” tegas Bupati.
Kegiatan belajar-mengajar direncanakan dimulai dalam waktu dekat, seiring rampungnya proses renovasi gedung dan verifikasi akhir data peserta.













