Keesokan harinya, Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban menyadari bahwa ibunya, Christina Lindasari (43), sudah tidak berada di atas kapal.
Saat disadari hilang, kapal berada di koordinat 0°38’47.15″N – 104°48’42.60″E, meski lokasi pasti jatuhnya korban ke laut tidak diketahui secara signifikan.
Selama satu pekan operasi, Tim SAR Gabungan telah menyisir berbagai titik strategis di alur pelayaran Riau Islands, mulai dari Tanjung Uban, Pulau Lobam, Terkulai, Pangkil, Mantang, Pulau Telan, hingga perairan Numbing.
Selain penyisiran langsung menggunakan alutsista seperti KN SAR 209 dan Rigid Buoyant Boat (RBB), petugas juga memancarkan e-Broadcast serta melakukan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran tersebut.
Operasi besar ini melibatkan berbagai unsur potensi SAR. Meski status operasi telah ditutup, Basarnas menyiagakan alutsista dan tetap melakukan pemantauan pasif.
Petugas mengimbau seluruh pengguna jasa transportasi laut serta nelayan yang melintas di perairan Bintan untuk segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.











