Satu Keluarga
Polisi memastikan keempat orang yang melompat dari lantai 22 apartemen adalah satu keluarga. “Iya benar (korban tewas satu keluarga),” kata Gidion.
Kesaksian Sekuriti
Seorang sekuriti sempat mendengar suara benda jatuh di sekitar apartemen. Ketika ia mencari sumber suara, sekuriti tersebut menemukan 4 jasad yang sudah terkapar.
“Ketika saksi sedang berjaga di depan lobby mendengar suara benturan yang keras, ketika menoleh ternyata terdapat 4 mayat,” kata Gidion.
Sekuriti tersebut menemukan para korban dalam posisi terlentang. Sekuriti langsung melaporkan kejadian itu ke Polsubsektor Teluk Intan.
“(Korban) sudah tergeletak di pelataran parkir dalam posisi terlentang, selanjutnya anggota sekuriti melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Teluk Intan,” ujarnya.
Kapolsek Metro Penjaringan Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan, pihaknya saat ini masih mendalami motif bunuh diri satu keluarga tersebut. “Masih didalami (motif bunuh diri),” kata Agus dikutip, Minggu (10/3).
Kronologi
Kompol Agus Ady Wijaya menjelaskan, kronologi kejadian bunuh diri satu keluarga di Apartemen Teluk Intan, Penjaringan ini sempat terdengar suara dentuman oleh petugas keamanan.
“Betul bahwa ternyata empat orang yang ditemukan tewas tergeletak, pakaian-pakaian yang digunakan, pada pukul 16.02 WIB, para korban mendatangi apartemen dengan menggunakan mobil Gran Max B 2972 BIQ warna silver, masuk ke lobby apartemen,” ungkap Kompol Agus.













