Merespons kegaduhan di jagat maya, pihak PLN Dabo memang langsung bergerak menuju lokasi. Namun, langkah pengamanan yang diambil memicu diskusi baru di tengah masyarakat. Kabel yang mengandung arus listrik itu hanya ditutup dengan isolasi atau lakban hitam.
Manager PLN Dabo, Heri, menjelaskan bahwa langkah tersebut adalah tindakan darurat karena aset tersebut berada di bawah wewenang Pemerintah Daerah (Pemda).
“Untuk instalasi taman masuk pemda, jadi kami hanya menutup dengan lakban saja,” ujar Heri, Jumat (8/5/2026).
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Lingga, Yusdiandri, mengonfirmasi bahwa kabel aktif yang terbuka itu merupakan bekas instalasi lampu taman yang hilang dicuri. Ia berjanji pihaknya akan segera turun tangan untuk menutup area berbahaya tersebut secara lebih aman.
“Hari ini akan kita tangani, kita tutup area sekitar kabel. Itu kabel bekas lampu taman dulu hilang,” tegas Yusdiandri saat dikonfirmasi.
Meski sudah ada janji perbaikan, warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan tindakan “pemadam kebakaran” setelah ada kejadian yang viral. Pengawasan rutin terhadap fasilitas publik sangat krusial, apalagi menyangkut nyawa manusia.
Hingga berita ini diturunkan, warga diimbau untuk tetap waspada dan menjauhkan anak-anak dari titik-titik kabel yang hanya terlapis lakban tersebut, sembari menunggu perbaikan permanen dari dinas terkait.













