Menurut Jarkasi, ia memutuskan untuk membawa Benggong-benggong tersebut pulang ke rumahnya karena mengetahui banyak Benggong yang telah dibongkar dan dijarah isinya oleh pemburu harta karun di lokasi penemuan.
Belasan Benggong yang ditemukan beraneka ragam ukuran dan dibuat sesuai dengan tinggi badan orang yang telah meninggal semasa hidupnya. Ada yang berukuran panjang mencapai 2 meter, 1 meter hingga ada yang berukuran kecil.
Namun, yang menjadi sorotan dari penemuan tersebut adalah pengalaman mistis yang dialami oleh Jarkasi setelah ia membawa Benggong tersebut pulang ke rumahnya. Beberapa hari setelah penemuan Benggong, Jarkasi mengaku didatangi oleh perempuan paruh baya dalam mimpinya. Wanita tersebut meminta agar Jarkasi merawat tempat peristirahatannya dengan baik dan menguburkan Benggong tersebut dengan arah Timur ke Barat.
Selain itu, wanita tersebut juga meminta agar ia menguburkan Benggong berdampingan dengan dua Benggong lain yang merupakan satu keluarga. Benggong yang dimaksud memiliki ukuran panjang, sedang, dan seukuran balita, dan ketiganya ditemukan berada pada satu lobang yang sama, sehingga Jarkasi berasumsi ketiganya merupakan satu keluarga.
Jarkasi menegaskan bahwa ia bukan pencari barang antik atau harta karun, dan tidak tertarik dengan isi Benggong tersebut.
Penemuan Benggong ini memang mengundang perhatian warga setempat dan menjadi bahan pembicaraan. Namun, Jarkasi mengharapkan agar Benggong tersebut dapat diurus dengan baik dan dihormati sebagai tempat peristirahatan orang yang telah meninggal.













