Sementara itu, masyarakat sekitar berbicara tentang kemungkinan adanya perhiasan dan barang berharga dalam Benggong tersebut. Namun, Jarkasi menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang pencari barang antik atau harta karun. Ia hanya ingin menyelesaikan permintaan wanita dalam mimpinya dan menguburkan Benggong-benggong tersebut.
Jarkasi mengatakan bahwa ia telah menyiapkan semua peralatan seperti kain mori dan minyak wangi untuk menguburkan Benggong-benggong tersebut sesuai dengan permintaan wanita dalam mimpinya.
Meskipun masih banyak misteri di balik Benggong temuan itu, Jarkasi telah memberikan contoh tentang bagaimana menghargai adat dan kepercayaan lokal yang masih ada di daerah tersebut.
Penemuan 11 peti mati khas Tiongkok atau Benggong di daerah Sebangkar, Desa Semedang, Kecamatan Bunguran Batubi, Natuna saat itu membuat warga setempat geger.
Benggong sendiri merupakan sebuah peti mati zaman peninggalan China dahulu yang dipergunakan sebagai tempat mengubur abu jenazah dan berbagai perhiasan serta artefak lain milik orang yang telah meninggal tersebut.
Selanjutnya: Dijarah pemburu harta karun…













