Kemunculan benda ini di lintasan Serasan hingga Pulau Tiga memperkuat analisis bahwa wilayah Kepulauan Riau kini menjadi jalur utama re-entry (masuk kembali) sampah antariksa.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelumnya sering memperingatkan bahwa bekas roket peluncur satelit seringkali tidak terbakar habis di atmosfer dan jatuh dalam bentuk bongkahan besar.
Pola yang melintasi Natuna ini serupa dengan penampakan di langit Lampung dan Banten yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.
Kabid Humas Polda Kepulauan Riau, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Untuk saat ini sedang dilakukan pengecekan di lokasi dimaksud. Untuk memastikan kebenarannya. Informasi lanjut akan kami sampaikan,” kata Kombes Pol Nona, Senin (20/4/2026) via HMSTimes.









