Dalam paparannya, Hendri Arulan menambahkan bahwa pelatihan jurnalistik menjadi bekal penting bagi siswa agar mampu menulis dengan baik dan menyampaikan informasi secara benar serta bertanggung jawab. Jurnalisme, katanya, bukan sekadar menyampaikan kabar, melainkan menjaga etika, memahami sumber, dan menyajikan fakta secara jernih.
“Menjadi jurnalis harus bertanggung jawab, tidak menuduh, memahami sumber, melakukan wawancara secara aktual, dan menulis dengan bahasa yang mudah dimengerti,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Batam M.A. Khafi Ansari menyampaikan bahwa kegiatan ini bukanlah agenda sesaat. Ia adalah bagian dari ikhtiar panjang PWI Batam dalam menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan digelar di Kota Serang, Banten, pada 9 Februari mendatang.
“Ini adalah upaya meningkatkan budaya baca dan tulis sekaligus menjawab tantangan rendahnya tingkat literasi remaja. Pelatihan ini menjadi bara api semangat PWI Batam untuk terus hadir dan berperan aktif di dunia pendidikan,” ungkap Khafi.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan dan arahan Dinas Pendidikan Kota Batam, yang membuka ruang kolaborasi antara pers dan sekolah sebagai mitra strategis mencerdaskan generasi.













