harris
NasionalZona Headline

Menkomdigi Wajibkan Diskominfo Daerah Kerja Sama dengan PWI: Ciptakan Ekosistem Media yang Sehat dan Kritis

95
×

Menkomdigi Wajibkan Diskominfo Daerah Kerja Sama dengan PWI: Ciptakan Ekosistem Media yang Sehat dan Kritis

Share this article
Menkomdigi, Meutya Hafid saat menghadiri Pengukuhan Pengurus PWI Pusat di Monumen Pers Nasional, Solo, Sabtu (4/10/2025). (Foto: Gudangberita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa seluruh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di Indonesia wajib menjalin kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di daerah masing-masing.

Langkah ini, katanya, merupakan upaya strategis untuk menciptakan ekosistem media yang sehat, kritis, dan konstruktif di tengah derasnya arus digitalisasi dan maraknya disinformasi.

BACA JUGA:  Gubernur Ansar Silaturahmi ke PWI Kepri, Gagas Eksplorasi Sejarah dan Pesona Pulau Penyengat

“Pemda wajib bekerja sama dengan PWI di berbagai provinsi untuk menjaga ekosistem media yang sehat,” tegas Meutya saat menghadiri Pengukuhan Pengurus PWI Pusat masa bakti 2025–2030 di Monumen Pers Nasional, Solo, Sabtu (4/10/2025).

Pers Hadapi Puncak Tantangan di Era Digital

Menurut Meutya, dunia pers saat ini tengah menghadapi puncak tantangan tertinggi, yaitu derasnya disinformasi dan gelombang digitalisasi yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI). Kedua hal ini membuat batas antara berita yang benar dan hoaks semakin kabur.

BACA JUGA:  Dipanggil Prabowo Soal Listrik Batam Padam, Suroso Isnandar Langsung Ditunjuk Jadi Dirut PLN

“Tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana menyampaikan karya jurnalistik yang benar-benar patuh pada kaidah jurnalistik di tengah gempuran disinformasi dan AI,” ujarnya.

Ia menegaskan, AI tidak boleh menggantikan prinsip dan etika jurnalisme. Justru, di tengah teknologi yang semakin canggih, jurnalisme berkualitas harus menjadi filter utama agar publik mendapat informasi yang valid.

BACA JUGA:  Istana Disadap! Menko Yusril Ungkap Indikasi Makar di Balik Kasus Penyadapan Ilegal Presiden