Data center untuk infrastruktur teknologi AI memiliki desain yang berbeda karena membutuhkan kemampuan menunjang kebutuhan energi per rak lebih tinggi dan kemampuan pendinginan yang lebih kuat
Batam punya posisi yang strategis sebagai lokasi pembangunan data center untuk menopang permintaan dari perusahaan di Singapura. Namun, Batam harus bersaing ketat dengan Johor di Malaysia yang menawarkan banyak insentif pembangunan data center,
Perusahaan lain yang agresif membangun data center di Batam adalah NeutraDC, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Direktur Group Business Development Telkom Honesti Basyir menyebut Batam punya kelebihan yang tidak bisa ditandingi oleh Johor.
“Orang juga berpikir ke depan, dan nanti juga dengan adanya AI, butuh banget yang namanya power consumption, itu luar biasa, sama juga water coolingnya. Ini yang menurut kita, in the long run, Batam itu lebih punya daya tarik, terutama untuk AI,” ujar Honesti.
Telkom tengah membangun hyperscale data center berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kawasan Ekonomi Khusus Batam, Kepulauan Riau. Proyek yang ditargetkan rampung pada kuartal III/2025 ini memiliki kapasitas sebesar 50 MW.













