Opini

Membongkar Taktik Propaganda yang Menggerus Kepercayaan Publik

45
×

Membongkar Taktik Propaganda yang Menggerus Kepercayaan Publik

Share this article
Riky Rinovski. (Foto: dok. Pribadi)
banner 468x60

Oleh: Riki Rinovski, Pemerhati Sosial di Natuna

MELAWAN propaganda dan pengalihan isu dari kelompok atau oknum tertentu bukanlah perkara mudah. Sebagai bagian dari NKRI, suara dari wilayah terdepan seperti Natuna memiliki perspektif kritis terhadap kondisi bangsa.

Saat ini, pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming tengah fokus pada agenda prioritas, terutama pemberantasan korupsi serta perang melawan para mafia migas, mafia beras, mafia tambang, hingga mafia lainnya.

BACA JUGA:  IPLM Kepulauan Riau: Antara Penurunan Angka, Perubahan Instrumen, dan Tantangan Adaptasi Kebijakan Literasi

Namun, kelompok atau oknum yang selama ini diuntungkan dari praktik ilegal tentu tidak tinggal diam. Mereka merasa aktivitasnya terganggu dan tidak ingin disentuh aparat penegak hukum. Akibatnya, berbagai cara digunakan untuk mengalihkan perhatian publik, termasuk dengan menunggangi aksi demonstrasi maupun memainkan propaganda.

Mengawal Asta Cita, Visi Indonesia Emas 2045

Program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran terangkum dalam delapan misi Asta Cita, mulai dari penguatan ideologi Pancasila, ketahanan negara, swasembada pangan dan energi, hingga pemberantasan korupsi dan narkoba. Semua itu merupakan pijakan menuju visi besar “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.