Opini

Membongkar Taktik Propaganda yang Menggerus Kepercayaan Publik

45
×

Membongkar Taktik Propaganda yang Menggerus Kepercayaan Publik

Share this article
Riky Rinovski. (Foto: dok. Pribadi)
banner 468x60

Maka, penting bagi masyarakat untuk mengawal arah kebijakan ini, agar tidak mudah dipengaruhi oleh isu-isu yang sengaja dipelintir untuk melemahkan legitimasi pemerintah.

Apa Itu Propaganda dan Bagaimana Mendeteksinya?

Propaganda adalah serangkaian pesan yang dirancang untuk memengaruhi opini dan tindakan masyarakat. Ia bekerja dengan menekan emosi dan membentuk persepsi sosial.

Ada beberapa cara mendeteksinya:

  • Waspadai pesan penuh emosi seperti rasa takut dan marah.
  • Verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
  • Hati-hati dengan slogan yang diulang-ulang karena bisa menanamkan ide tertentu.
  • Analisis motif dukungan tokoh yang mungkin punya kepentingan terselubung.
BACA JUGA:  Skandal Emas Rp4 Miliar dan Ujian Keamanan di Beranda Depan NKRI

Taktik Pengalihan Isu dalam Politik

Pengalihan isu sering menjadi strategi elit politik atau media saat mereka terpojok kritik. Fokus masyarakat digeser ke isu kontroversial yang tidak substansial, sementara masalah mendasar seperti kesejahteraan, keadilan, dan pemerintahan bersih dibiarkan terabaikan.

Dalam jangka panjang, praktik ini berbahaya. Ia mengikis kepercayaan publik, memperlebar kesenjangan sosial, dan melemahkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi.

BACA JUGA:  Skandal Emas Rp4 Miliar dan Ujian Keamanan di Beranda Depan NKRI

Peran Media dan Masyarakat

Di era digital, literasi media menjadi benteng utama. Media harus menjaga objektivitas, tidak terjebak pada sensasionalisme. Masyarakat pun perlu meningkatkan kemampuan verifikasi dan cross-check informasi, agar tidak terperangkap disinformasi.

Melawan pengalihan isu adalah tanggung jawab bersama. Keterbukaan informasi, partisipasi aktif masyarakat, dan komitmen media yang berintegritas adalah kunci memulihkan kepercayaan publik.