Merujuk pada data ilmiah dari laman resmi primata.ipb.ac.id, Mbing Natuna merupakan satu dari empat subspesies Tarsius bancanus yang ada di Indonesia—bersanding dengan Tarsius bancanus saltator (Pelile’an) yang menjadi ikon Provinsi Bangka Belitung.
Mirisnya, Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) telah menetapkan status konservasi Mbing Natuna ke dalam kategori Critically Endangered (CR) atau Terancam Kritis. Status ini menandakan bahwa primata kerdil kebanggaan warga Subi dan Serasan tersebut berada di ambang risiko tinggi untuk punah di alam liar dalam waktu dekat.
Kondisi ini menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Natuna, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta para pemerhati lingkungan. Upaya edukasi kepada masyarakat lokal serta langkah pelestarian dan konservasi habitat Mbing Natuna harus segera digesa agar primata terkecil di dunia ini tidak hanya menjadi cerita mitos bagi generasi masa depan.













