BatamZona Headline

Sengkarut Mafia Parkir di Batam: Polda Kepri Temukan Jukir Liar Beroperasi Tengah Malam, Retribusi Diduga Bocor!

269
×

Sengkarut Mafia Parkir di Batam: Polda Kepri Temukan Jukir Liar Beroperasi Tengah Malam, Retribusi Diduga Bocor!

Share this article
Petugas patroli menginterogasi jukir liar di Dataran Engku Hamidah
banner 468x60

“Bang, ada yang datang ini,” ujar jukir tersebut mengadu melalui sambungan telepon.

Baca juga:Keluhan Warganet soal Parkir di Batam: Ke ATM Sebentar Kena Parkir, Tengah Malam Pun Ada Kang Parkir..!

Ipda Parlin Sitompul melalui unggahan di akun media sosialnya @Parlind Sitompul menegaskan bahwa tindakan ini merespons keluhan masyarakat yang merasa diperas oleh jukir liar di jam istirahat.

BACA JUGA:  Akses Ditembok Kawat, Warga Anggrek Sari Batam Pertanyakan Dugaan 'Penyerobotan' Fasum

“Masyarakat keberatan dimintai uang parkir padahal sudah lewat jam operasional. Batas aturan itu jam 22.00 WIB,” tegasnya.

Unggahan tersebut langsung diserbu netizen Batam yang mencurahkan kekesalan serupa. Beberapa titik panas yang disebut warga antara lain:

Kawasan ATM BRI sebelah Aviari: Jukir beroperasi hingga pukul 00.00 WIB.

ATM BCA depan Newton: Jukir disebut berjaga “25 jam”.

BACA JUGA:  Satu Atap Besar, Satu Garis Komando: PWI Pusat Tegaskan KJK Wajib Tunduk pada PWI Kepri

Sistem Estafet: Warga mengeluh harus membayar berkali-kali meski hanya bergeser jarak pendek (20 meter).

Lemahnya pengawasan dan sistem perparkiran yang tidak tegas di Batam memperkuat dugaan adanya “mafia parkir” yang bermain di balik layar.

Aliran dana dari ribuan titik parkir yang dikelola secara liar ini disinyalir menguap ke kantong pribadi, alih-alih masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam.

BACA JUGA:  Dituduh Jadi Sarang Judi, Arena Permainan Sky City Batam Digerebek Polisi, Ini Hasilnya

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak Pemerintah Kota Batam dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem retribusi parkir agar tidak terus menjadi beban bagi warga sekaligus kerugian bagi negara.