BatamLayanan Publik

LIRA Batam Desak Menimpas Copot Kakanim Batam Buntut Dugaan Pemerasan Wisman

51
×

LIRA Batam Desak Menimpas Copot Kakanim Batam Buntut Dugaan Pemerasan Wisman

Share this article
Herry Sembiring. (Foto: ist)
banner 468x60

Herry menambahkan bahwa petugas di pelabuhan sangat rentan terhadap praktik penyimpangan karena berinteraksi langsung dengan wisman. Terulangnya kasus seperti ini dinilai sebagai bukti kegagalan sistem pengawasan yang efektif.

LIRA Batam juga menyoroti proses investigasi yang sedang dilakukan oleh tim Direktorat Kepatuhan Internal (Patnal). Herry meminta agar pemeriksaan dilakukan secara komprehensif hingga ke akar-akarnya, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

BACA JUGA:  Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan CPMI Ilegal ke Malaysia di Pelabuhan Batam Centre, 1 Tersangka Ditangkap

“Kami meminta hasil investigasi diumumkan ke publik secara transparan agar masyarakat tahu dan semuanya terang benderang. Jangan sampai ada kesan Kantor Imigrasi Batam tidak serius menangani persoalan ini,” tegasnya.

Transparansi ini, lanjut Herry, sangat krusial untuk memulihkan kepercayaan (trust) wisman, khususnya dari Singapura yang merupakan penyumbang kunjungan terbesar ke Batam.

BACA JUGA:  Ulang Tahun ke-54, Plh Wali Kota Batam Li Claudia Chandra: Saya Gemini yang ‘Workaholic’

“LIRA Batam akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan sampai masalah ini berdampak luas terhadap ekonomi pariwisata kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, media Singapura Mothership.sg melaporkan keluhan turis berinisial AC dan Nay yang mengaku dimintai uang hingga S$250 (sekitar Rp2,9 juta) oleh oknum di Pelabuhan Batam Center.

Kakanim Batam, Hajar Aswad, sempat memberikan klarifikasi bahwa pihaknya menduga adanya keterlibatan pihak eksternal atau calo yang memanfaatkan situasi saat wisman diperiksa karena kendala administrasi (tiket pulang).