BatamLayanan Publik

LIRA Batam Desak Menimpas Copot Kakanim Batam Buntut Dugaan Pemerasan Wisman

61
×

LIRA Batam Desak Menimpas Copot Kakanim Batam Buntut Dugaan Pemerasan Wisman

Share this article
Herry Sembiring. (Foto: ist)
banner 468x60

Herry menambahkan bahwa petugas di pelabuhan sangat rentan terhadap praktik penyimpangan karena berinteraksi langsung dengan wisman. Terulangnya kasus seperti ini dinilai sebagai bukti kegagalan sistem pengawasan yang efektif.

LIRA Batam juga menyoroti proses investigasi yang sedang dilakukan oleh tim Direktorat Kepatuhan Internal (Patnal). Herry meminta agar pemeriksaan dilakukan secara komprehensif hingga ke akar-akarnya, tanpa ada yang ditutup-tutupi.

BACA JUGA:  PWI Kepri Kokoh Berdiri: Hormati Langkah Mantan Anggota Nahkodai Komunitas Baru

“Kami meminta hasil investigasi diumumkan ke publik secara transparan agar masyarakat tahu dan semuanya terang benderang. Jangan sampai ada kesan Kantor Imigrasi Batam tidak serius menangani persoalan ini,” tegasnya.

Transparansi ini, lanjut Herry, sangat krusial untuk memulihkan kepercayaan (trust) wisman, khususnya dari Singapura yang merupakan penyumbang kunjungan terbesar ke Batam.

BACA JUGA:  Lemas Terbaring di Bakau Barelang, Tangan Natalia Perlahan Terangkat Saat Dengar Pluit SAR

“LIRA Batam akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Jangan sampai masalah ini berdampak luas terhadap ekonomi pariwisata kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, media Singapura Mothership.sg melaporkan keluhan turis berinisial AC dan Nay yang mengaku dimintai uang hingga S$250 (sekitar Rp2,9 juta) oleh oknum di Pelabuhan Batam Center.

Kakanim Batam, Hajar Aswad, sempat memberikan klarifikasi bahwa pihaknya menduga adanya keterlibatan pihak eksternal atau calo yang memanfaatkan situasi saat wisman diperiksa karena kendala administrasi (tiket pulang).

BACA JUGA:  Hisap Vape Rasa 'Narkoba', Kakek 60 Tahun dan Pria di Batam Diangkut Polsek Lubuk Baja