BatamPeristiwaZona Headline

Lepas dari Pantauan Orangtua, Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Telaga Kawasan Sekupang

301
×

Lepas dari Pantauan Orangtua, Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Telaga Kawasan Sekupang

Share this article
Bocah berusia 8 tahun tewas tenggelam saat bermain bersama teman-temannya telaga dekat Komplek Pondok Pratiwi 3, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Minggu (29/9/2024). (Foto: ist)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – MH, seorang bocah berusia 8 tahun tewas tenggelam saat bermain bersama teman-temannya telaga dekat Komplek Pondok Pratiwi 3, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Minggu (29/9/2024).

Meskipun warga segera menolong dan membawa MH ke rumah sakit, malangnya nyawa bocah itu tidak terselamatkan.

Saksi mengatakan, MH tidak bisa berenang. Ia tenggelam di bagian sungai yang lebih dalam, sementara teman-temannya tidak menyadari insiden tersebut hingga bantuan datang.

BACA JUGA:  Geser Kiblat Pembangunan, Pemko Batam Rilis 3 Beasiswa Baru untuk Kuliah di ITS hingga Polibatam

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom mengimbau para orang tua untuk lebih waspada dan selalu mengawasi aktivitas anak-anak, terutama yang bermain di area perairan.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom memasang spanduk peringatan larangan mandi dan berenang di lokasi tersebut. (Foto: ist)

“Kami meminta para orang tua agar selalu memperhatikan anak-anak mereka, terutama saat bermain di luar rumah, apalagi di dekat sungai, kolam, atau area perairan lainnya. Insiden tragis seperti ini bisa terjadi dalam hitungan detik, dan kita harus mencegahnya agar tidak terulang,” ujar Kompol Benhur, Senin (30/9/2024).

BACA JUGA:  Polda Kepri Gulung Jaringan Narkoba di Karimun: Mahasiswa Hingga Bandar Terpental dalam Operasi Maraton

Ia menekankan pentingnya pengawasan ekstra, terutama saat musim hujan. Kondisi perairan yang tampak tenang bisa menipu dan menjadi sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak yang tidak bisa berenang.

“Kami juga ingin mengingatkan masyarakat bahwa air di sungai ini sangat deras dan dalam, sehingga berisiko tinggi bagi anak-anak,” tambahnya.