BatamZona Headline

LAM Batam Ubah Simpang Pantek Jadi Simpang Junjung Budaya, Siapkan 46 Nama Baru Simpang dan Bundaran

248
×

LAM Batam Ubah Simpang Pantek Jadi Simpang Junjung Budaya, Siapkan 46 Nama Baru Simpang dan Bundaran

Share this article
Simpang Pantek
Simpang Pantek diusulkan namanya jadi Simpang Junjung Budaya oleh LAM Batam. (Foto: Gudangberita)
banner 468x60

Misalnya, Simpang Frengky diusulkan berubah menjadi Simpang Opu Daeng Celak, sementara Simpang Kara diusulkan menjadi Simpang Raja Idris Bin Raja Haji Fisabilillah.

Simpang KDA juga diusulkan memakai nama Simpang Opu Daeng Kamboja, sedangkan Bundaran BP Batam diusulkan menjadi Bundaran Raja Ali Bin Raja Ja’far, Yang Dipertuan Muda VIII.

Di kawasan Bengkong, perhatian khusus diberikan pada Simpang Pantek yang selama ini dikenal masyarakat dengan istilah bernuansa vulgar. LAM Batam mengusulkan nama baru yang lebih mencerminkan nilai budaya, yakni Simpang Junjung Budaya.

BACA JUGA:  Kendala Pencarian Balita Hanyut di Tanjung Sengkuang: Ada Jeda 2 Jam Sebelum Dilaporkan

Tak hanya tokoh sejarah, sejumlah nama tanjak warisan Melayu juga diangkat menjadi identitas ruang publik. Simpang KBC misalnya diusulkan menjadi Simpang Mahkota Alam, sementara Simpang Planet Holiday Hotel diusulkan menjadi Simpang Tebing Laksamana.

Nuansa sejarah Melayu juga tampak pada usulan nama Bundaran Sultan Abdul Rahman Muazamsyah II di kawasan Punggur, Bundaran Raja Haji Abdullah di sekitar Asrama Haji, hingga Bundaran Raja Ali Marhum Pulau Bayan di kawasan Bandara Nongsa.

BACA JUGA:  Prabowo Buka-bukaan Soal Anomali Ekonomi: Logikanya RI Tambah Kaya, tapi Penduduk Miskin Malah Nambah

Di samping itu guna mengenang jasa Mantan Walikota Batam yang telah wafat, Simpang Indomobil diberi nama Simpang H. Raja Usman Deraman dan Simpang Nagayo (Sarinah)/Mandiri HUB Batam diberi nama Simpang H. Raja Abdul Aziz.