Memasuki hari ketiga (Senin, 29 Juni 2026), harapan berubah menjadi isak tangis. Jasad Arip (20), salah satu ABK, ditemukan mengapung di Perairan Pian Padang oleh nelayan setempat.
Jasad pemuda asal Desa Singgang Bulan, Cemaga Utara tersebut berhasil diidentifikasi secara emosional oleh pihak keluarga hanya melalui guratan tanda lahir di tubuhnya sebelum akhirnya dimakamkan.
Hari ini, memasuki hari kelima, menyisakan nasib Yoga (21) yang masih menjadi misteri di tengah luasnya perairan Natuna.
Mengingat operasi SAR telah memasuki hari kelima dan batas waktu standar penutupan operasi semakin dekat, tim gabungan kini mengubah taktik dengan memperluas radius penyisiran ke arah utara.
Sektor ini dipilih berdasarkan hasil simulasi komputer terkait pergerakan arah angin dan arus laut Natuna.
Demi menembus area-area buta yang sulit dijangkau oleh armada kapal, Basarnas menerjunkan alut (alat utama) canggih berupa drone termal untuk mendeteksi suhu panas tubuh dari udara.
Di permukaan laut, puluhan armada keroyokan dari berbagai instansi tetap bersiaga menyisir ombak. Mulai dari Rigid Buoyancy Boat (RBB) Basarnas, perahu karet, kapal patroli Polri, KAL Sengiap milik TNI AL, hingga puluhan perahu nelayan lokal yang setia mendampingi petugas menyisir perairan demi menemukan tanda-tanda keberadaan Yoga.













