Natuna

Kisah Pilu Kecelakaan Kapal Nelayan Ocean Three di Natuna: Tekong Selamat, Satu ABK Tewas, Satu Masih Hilang

74
×

Kisah Pilu Kecelakaan Kapal Nelayan Ocean Three di Natuna: Tekong Selamat, Satu ABK Tewas, Satu Masih Hilang

Share this article

Insiden tragis menimpa KM Ocean Three di Laut Natuna. Memasuki hari kelima operasi SAR, kisah pilu menyelimuti 3 kru: Tekong selamat, 1 ABK tewas, & 1 masih hilang.

Suasana haru saat evakuasi salah satu korban kecelakaan kapal nelayan KM Ocean Three oleh tim SAR gabungan di Pelabuhan Penagi, Natuna.
Suasana haru saat evakuasi salah satu korban kecelakaan kapal nelayan KM Ocean Three oleh tim SAR gabungan di Pelabuhan Penagi, Natuna.
banner 468x60

Memasuki hari ketiga (Senin, 29 Juni 2026), harapan berubah menjadi isak tangis. Jasad Arip (20), salah satu ABK, ditemukan mengapung di Perairan Pian Padang oleh nelayan setempat.

Jasad pemuda asal Desa Singgang Bulan, Cemaga Utara tersebut berhasil diidentifikasi secara emosional oleh pihak keluarga hanya melalui guratan tanda lahir di tubuhnya sebelum akhirnya dimakamkan.

BACA JUGA:  Pembobol Toko Emas Safari Natuna Senilai Rp3 Miliar Bersiap Hadapi Sidang Ke-5, Jaksa Hadirkan Polisi Penangkap

Hari ini, memasuki hari kelima, menyisakan nasib Yoga (21) yang masih menjadi misteri di tengah luasnya perairan Natuna.

Mengingat operasi SAR telah memasuki hari kelima dan batas waktu standar penutupan operasi semakin dekat, tim gabungan kini mengubah taktik dengan memperluas radius penyisiran ke arah utara.

Sektor ini dipilih berdasarkan hasil simulasi komputer terkait pergerakan arah angin dan arus laut Natuna.

BACA JUGA:  Rahasia Naik Pangkat ASN Natuna Dibongkar BKN: Kuncinya Cuma Satu, Jangan Stres!

Demi menembus area-area buta yang sulit dijangkau oleh armada kapal, Basarnas menerjunkan alut (alat utama) canggih berupa drone termal untuk mendeteksi suhu panas tubuh dari udara.

Di permukaan laut, puluhan armada keroyokan dari berbagai instansi tetap bersiaga menyisir ombak. Mulai dari Rigid Buoyancy Boat (RBB) Basarnas, perahu karet, kapal patroli Polri, KAL Sengiap milik TNI AL, hingga puluhan perahu nelayan lokal yang setia mendampingi petugas menyisir perairan demi menemukan tanda-tanda keberadaan Yoga.