Kamaluddin menambahkan, penabalan tersebut tidak sekadar seremoni adat, tetapi juga memiliki pesan moral yang kuat. Ia menilai bahwa gelar yang diberikan kepada Amsakar dan Claudia menjadi pengingat sekaligus dorongan agar para pemimpin terus menjaga amanah dan menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap kebijakan.
“Ini bukan sekadar warisan budaya, tapi juga penguat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam membangun Batam yang harmonis dan berkeadaban,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa DPRD Batam akan terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya Melayu sebagai bagian integral dari identitas Kota Batam yang multikultural.
Penabalan ini diharapkan menjadi momentum penguatan harmoni sosial di Kota Batam. Dengan latar belakang masyarakat yang beragam, Kamaluddin menilai pentingnya peran adat dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi dan nilai-nilai tradisional.
“Gelar Datuk Setia Amanah dan Datuk Setia Bijaksana adalah amanah besar. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan harus berpijak pada nilai, etika, dan rasa tanggung jawab terhadap masyarakat,” tutupnya.













