MENTARI pagi menyapu hangat pilar-pilar megah Jembatan I Barelang, ikon kebanggaan Batam. Namun di balik megahnya konstruksi baja yang membentang di atas laut itu, tersembunyi kisah-kisah kelam yang terus berulang.
Aksi bunuh diri kembali mengusik ketenangan jembatan ini. Kali ini, seorang pemuda bernama M Farhan (25), karyawan PT Epson Batam, memilih mengakhiri hidup dengan melompat dari jembatan yang tak hanya menghubungkan pulau, tapi juga jadi saksi bisu keputusasaan manusia.
Farhan meloncat pada Jumat (6/6/2025) pagi. Tak seperti kasus sebelumnya yang kerap butuh waktu berhari-hari untuk menemukan jasad, tubuh Farhan ditemukan hanya beberapa jam setelahnya, terdampar di bibir pantai tepat di bawah jembatan.
“Di atas jembatan kami temukan motor korban, tas pinggang berisi KTP dan ID Card PT Epson,” ujar Kapolsek Sagulung, Iptu Rohandi Tambunan. Kematian Farhan menambah daftar panjang tragedi serupa di jembatan ini.
Namun apakah ini sekadar derita jiwa-jiwa yang sunyi? Atau ada sesuatu yang lebih besar… lebih tak kasatmata?
Bisikan yang Menyeret ke Jurang
Candra Prasetya Pusponegoro al Jubron Fahiro, Ketua Yayasan An Nubuwwah Batam, mengaku tak terkejut. Sejak 2020, tempatnya, yang ia sebut sebagai “Bengkel Manusia Indonesia” sering menerima pasien yang mengaku mendapat bisikan untuk terjun dari Jembatan Barelang, bahkan tanpa pernah sekalipun menginjakkan kaki di sana.












