Butuh Lebih dari Rukyah
Pemkot Batam sudah beberapa kali membahas pemasangan pagar pengaman di sepanjang Jembatan I, namun hingga kini belum terealisasi sepenuhnya. Beberapa kali pula komunitas keagamaan dan sosial melakukan doa bersama, bahkan pengusiran energi negatif.
Agaknya perlu pendekatan yang lebih manusiawi dan menyentuh akar masalah. Kesehatan mental harus jadi isu utama. Pos layanan konseling bisa dibangun dekat lokasi. Perlu petugas siaga, bukan hanya pagar dan doa.
Sore itu, saat jasad Farhan diangkat dari bawah jembatan, tangis meledak. Teman-temannya menangis, sebagian menyesal. “Dia pernah cerita capek… tapi kami kira hanya lelah biasa,” ucap salah satu kerabatnya lirih.
Kini, publik Batam kembali diingatkan bahwa Jembatan Barelang bukan hanya lambang kemajuan, tapi juga lonceng peringatan. Tentang jiwa-jiwa yang diam-diam retak. Tentang bisikan sunyi yang tak pernah terdengar, hingga semuanya terlambat.












