BatamBatam Punya CeritaZona Headline

‘Kapal’ Legendaris Batam yang Tak Pernah Berlayar, Tapi Pernah Membuat Banyak Orang Oleng

364
×

‘Kapal’ Legendaris Batam yang Tak Pernah Berlayar, Tapi Pernah Membuat Banyak Orang Oleng

Share this article
Pacific Palace. (ist)
banner 468x60

Goblin hanya tersenyum.

Ketika Malam Terlalu Ramai

Ilustrasi

Perempuan itu pergi. Suasana room kembali tenang. Namun tak lama, tamu-tamu lain datang. Tawaran kembali muncul. Obrolan mulai bergeser. Energi ruangan berubah.

“Sudah mulai banyak yang nawar-nawarin aneh-aneh,” kata Goblin.

Ia melihat jam. Pukul satu dini hari. Ia pamit. Berjabat tangan. Melangkah keluar. Lorong masih hidup. Musik masih berdentum. Kapal itu, meski tak bergerak, terasa seperti sedang bergoyang.

BACA JUGA:  Identitas Korban Kecelakaan Maut Trans Barelang Batam: Pengendara Motor Berusia Lanjut

“Keluar dari situ, saya cuma mikir: untung nggak ikut-ikutan,” ujarnya.

Tahun-tahun berlalu. Diskotek Pacific akhirnya tutup sekitar 2018. Razia yang berulang, stigma negatif, dan tekanan ekonomi membuat operasionalnya tak lagi bertahan. Pengelola berkali-kali menyatakan keberatan atas cap buruk yang dilekatkan, sementara hotel tetap berjalan seperti biasa.

Kini, Pacific Palace masih berdiri. Bar dan karaoke masih ada. Namun gemuruh masa lalu telah meredup.

BACA JUGA:  Dituduh Terlibat Jaringan Narkotika, Andi Morena Resmi Laporkan Akun Medsos ke Polda Kepri

Ia tetap disebut-sebut. Tetap jadi cerita. Tetap jadi guyonan.

Sebuah “kapal” yang tak pernah berlayar, tapi pernah membawa banyak orang ke malam yang membuat mereka lupa daratan.

Dan bagi Batam, legenda semacam itu tak pernah benar-benar tenggelam.