BatamBatam Punya CeritaZona Headline

‘Kapal’ Legendaris Batam yang Tak Pernah Berlayar, Tapi Pernah Membuat Banyak Orang Oleng

364
×

‘Kapal’ Legendaris Batam yang Tak Pernah Berlayar, Tapi Pernah Membuat Banyak Orang Oleng

Share this article
Pacific Palace. (ist)
banner 468x60

“Dari luar sudah kelihatan kayak kapal,” ujarnya. “Begitu masuk, atmosfernya langsung beda.”

Pintu kaca terbuka. Udara dingin AC menyergap. Aroma parfum bercampur alkohol menguar. Musik berdentum rendah tapi konstan cukup untuk membuat dada ikut bergetar.

Mereka naik lift.

Lampu lift temaram. Cermin di dinding memantulkan bayangan wajah yang tampak lebih serius dari biasanya. Saat pintu terbuka, lorong VIP karaoke menyambut panjang, berkarpet tebal, dengan lampu kuning redup yang membuat semua terlihat setengah nyata, setengah ilusi.

BACA JUGA:  PT. BPR Sumber Dana Mas Dabo Singkep Raih Bintang 5 Top 100 BPR Award Majalah The Finance 2026, Duduki Posisi 26 Besar BPR Terbaik Se-Indonesia

Lorong yang Menawarkan Banyak Hal

Di lorong itu, lalu lalang perempuan berpakaian minim terasa biasa. Gaun pendek, sepatu tinggi, riasan tebal. Senyum-senyum yang tampak terlatih.

“Seperti jualan kacang,” Goblin terkekeh mengingatnya.

Beberapa orang mendekat, berbisik singkat, menawarkan sesuatu. Temannya menjelaskan pelan: ekstasi. Goblin menggeleng. Ia menolak halus.

“Saya memang bukan orang dunia begitu,” katanya. “Saya cuma mau ketemu teman lama.”

BACA JUGA:  BREAKING NEWS! Tumpahan Solar Kembali Terjadi, Kali Ini di Tikungan Jalan Depan Hotel Hans Dabo

Mereka masuk ke ruang VIP karaoke. Pintu tertutup. Musik berganti. Sofa empuk melingkar, meja rendah dengan botol minuman, lampu LED berubah warna pelan-pelan. Di ruangan itu, temannya sudah menunggu ditemani seorang perempuan.