Vishwas mengatakan kepada media lokal bahwa air di waduk tidak dapat digunakan untuk irigasi dan dia telah mendapat izin dari pejabat senior untuk mengeringkannya.
“Pejabat departemen irigasi mengatakan kepada saya bahwa air tidak digunakan oleh petani dan saya bisa mengosongkannya sejauh 3 kaki [sekitar 1 meter], jadi saya mengalirkan air ke saluran dan membuatnya dapat digunakan,” katanya seperti dikutip dari The Times India.
Telepon itu akhirnya berhasil diambil, hanya saja rusak dan tak bisa hidup akibat masuk air. Warga akhirnya mengkritik Vishwas habis-habisan.
Ia pun akhirnya ditegur pemerintah kabupaten setempat. Vishwas banyak dikritik karena menyia-nyiakan sumber daya air. India adalah salah satu negara yang paling kekurangan air dan suhu ekstrem menyebabkan kelangkaan air yang parah, menyebabkan hilangnya panen, kebakaran hutan, dan pemadaman listrik.
“Dia memompa air tanpa meminta izin resmi. Ini tidak dapat diterima,” kata pejabat tinggi distrik Priyanka Shukla kepada media lokal.
Pihak berwenang juga memeriksa pejabat terkait yang mengizinkan perintah Vishwas itu dilaksanakan.













