Ketua Tim DV Natuna, Naskhalim, saat dikonfirmasi tidak memberikan jaminan dana anggota dapat kembali. Ia mengarahkan persoalan ke tim hukum.
“Nanti kita ketemu saja bersama tim hukum,” ujarnya singkat.
Sementara Sekretaris DV Natuna, Heru Candra, mengibaratkan kondisi tersebut seperti membeli kendaraan dengan dokumen bermasalah.
“Ibarat beli motor surat sebelah, kalau kena tarik habis tak bisa diurus,” katanya.
Pernyataan ini justru menambah kekhawatiran publik, karena mengesankan kesadaran akan risiko sistem sejak awal.
Pengusaha senior Natuna, H. Raja Mustakim, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji cuan instan.
“Tidak ada investasi sehat yang memberi keuntungan cepat tanpa risiko. Literasi investasi harus dibangun, bukan sekadar ikut-ikutan,” ujarnya.
Hingga kini, belum ada kepastian hukum terkait Opalp Exchange. Namun satu hal menjadi tuntutan warga Natuna, dana bisa ditarik normal tanpa syarat. Karena dalam investasi yang sehat, kepercayaan tidak dibangun dengan janji, melainkan dengan transparansi dan likuiditas nyata.













