Gudangberita.co.id, Siak – Setiap pagi, Aini harus mengangkat ujung roknya tinggi-tinggi agar tak terseret lumpur ketika mengantar anaknya ke sekolah. Jalan tanah berlubang itu bukan lagi jalur penghubung, melainkan ladang kesabaran bagi warga Kampung Bunsur dan Mengkapan di Kabupaten Siak, Riau.
Kerusakan jalan yang menghubungkan dua kampung ini telah lama jadi keluhan. Tapi seperti suara yang tenggelam di tengah kabut pagi, jeritan warga seakan tak terdengar. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi kehidupan justru berubah menjadi penghalang harian aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Lubang besar, air tergenang, serta lumpur tebal membuat kendaraan sulit melintas, apalagi ketika hujan datang. Anak sekolah harus berjalan kaki, para pedagang terlambat mengantar barang, dan hasil tani sering tak sampai pasar tepat waktu.
Melihat kondisi ini, Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, turun langsung ke lapangan, Minggu (11/5/2025). Tatapannya tak bisa menyembunyikan keprihatinan. Di hadapan warga yang berkumpul, ia menggelengkan kepala melihat jalan berlubang di mana-mana.
“Akses jalan adalah urat nadi ekonomi dan sosial masyarakat. Jika dibiarkan rusak seperti ini, maka bukan hanya aktivitas yang terganggu, tapi juga ekonomi desa bisa lumpuh,” katanya, menyuarakan kekesalan warga.












