Pria yang akrab disapa “abang kito” ini tak hanya datang dengan simpati, tapi juga membawa pertanyaan besar: ke mana perhatian pemerintah? Ia menegaskan bahwa anggaran untuk pemeliharaan jalan sudah dialokasikan DPRD. Namun tanpa gerak cepat dari dinas teknis, semuanya hanya akan jadi rencana di atas kertas.
“Kami di DPRD sudah melakukan fungsi kami. Anggarannya sudah ada. Sekarang tinggal kemauan dan keberpihakan pemerintah,” tegas politisi muda Partai Golkar tersebut.
Indra mendesak agar Pemerintah Kabupaten Siak menjadikan jalan Bunsur–Mengkapan sebagai prioritas perbaikan infrastruktur tahun ini. Ia mengingatkan, persoalan ini bukan sekadar jalan rusak—ini tentang nasib warga yang setiap hari harus bertaruh dengan kondisi jalan.
“Jangan tunggu ada korban. Jangan tunggu jalan putus total. Anak-anak ke sekolah pun kini harus melewati perjuangan,” ucapnya.












