Evakuasi Terpadu: Mobil patroli polisi dikerahkan penuh untuk membantu transportasi warga dari Desa Air Asuk dan Desa Air Sena agar cepat mendapatkan bantuan medis.
Terkait dugaan penyebab keracunan yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Dinkes Anambas telah memulai investigasi mendalam. Tim surveilans kesehatan telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi oleh para pelajar TK, SD, hingga SMP di wilayah terdampak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Anambas, Sahtiar, yang turun langsung ke RSUD Palmatak, memastikan pemerintah akan mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami memantau langsung setiap perkembangan. Prioritasnya adalah kesembuhan anak-anak kita dan warga yang terdampak,” tegasnya.
Meski tidak ada fatalitas, insiden yang melibatkan ratusan pelajar ini menjadi alarm keras bagi pengawasan standar pangan di wilayah Kepulauan Anambas. Dinkes berkomitmen untuk merilis hasil uji laboratorium secara transparan segera setelah proses penelitian selesai.
Saat ini, suasana di RSUD Palmatak dilaporkan mulai berangsur kondusif meski tenaga medis tetap bersiaga penuh mengantisipasi adanya keluhan susulan dari warga. Dukungan logistik medis, termasuk ketersediaan cairan infus dan obat-obatan, dipastikan dalam posisi aman untuk mendukung pemulihan total para korban.












