Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Merta Dinata, berdalih bahwa genangan di Simpang Kepri Mall dipicu oleh proyek perluasan kolam retensi yang sedang berjalan. Menurutnya, material tanah pengerukan masuk kembali ke kolam saat hujan dan mengurangi kapasitas tampung.
Sedangkan untuk titik Orchard Park, Merta menyebut sedang ada perbaikan di bagian hilir serta perbaikan gorong-gorong oleh BP Batam di seberang kawasan tersebut. Ia membantah isu bahwa sumbatan aliran air disebabkan oleh aktivitas reklamasi di muara laut.
Melalui rilis resminya, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi harus seimbang dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Setiap progres pembangunan harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujar Amsakar.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarinstansi untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur perkotaan ini.
Namun bagi warga, janji diplomatis di atas kertas rilis ini harus dibenturkan dengan realita pahit di Bengkong, Mukakuning, hingga Batuaji. Koordinasi, evaluasi, dan dalih “proyek sedang berjalan” adalah lagu lama birokrasi yang sudah membosankan di telinga publik.













