Tidak hanya dikepung bau busuk sampah, status Batam sebagai kota modern, metropolitan, dan tujuan wisata internasional kembali tercoreng oleh lumpuhnya sejumlah urat nadi transportasi akibat genangan air setinggi lutut setiap kali hujan deras mengguyur dalam intensitas tinggi.
Di Jalan Ahmad Yani kawasan Mukakuning, genangan air setinggi lutut orang dewasa memaksa kendaraan melaju merayap. Tak sedikit sepeda motor warga yang berujung mogok di tengah jalan. Ironisnya, kondisi ini diperparah oleh proyek pelebaran jalan yang sedang berlangsung; material tanah dari proyek tersebut justru terbawa arus hujan, mengotori aspal, dan menyumbat saluran drainase.
Kondisi serupa terjadi di Jalan R Suprapto, Batuaji. Genangan air di sekitar SPBU Simpang Basecamp sukses menciptakan kemacetan panjang yang membuat arus kendaraan dari dua arah nyaris lumpuh total.
Sementara itu, dua titik langganan banjir lainnya yang menjadi sorotan berada di kawasan Simpang K-Square (Kepri Mall) dan ruas jalan Orchard Park menuju Top 100. Di Simpang Kepri Mall, luapan air dari drainase memaksa pengendara mengelus dada, mempertanyakan efektivitas pembangunan infrastruktur pelintas air yang selama ini digembar-gemborkan.













