“Rekayasa ini adalah langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Kami juga telah berkoordinasi intensif dengan Ditlantas Polda Sumbar, Satlantas Polres Padang Pariaman, BPJN Sumbar, dan Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar,” jelas Rizki.
Pihak pengelola tol juga menyiagakan petugas di titik-titik kritis untuk membantu mengarahkan pengendara. Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk: Mengurangi kecepatan saat mendekati lokasi pekerjaan, menjaga jarak aman antar kendaraan hingga mematuhi arahan petugas dan rambu yang tersedia.
Pembangunan Interchange Lubuk Alung ini menjadi tonggak penting bagi mobilitas di Sumatra Barat. Sejak beroperasi pada Mei 2025, Tol Padang–Sicincin sepanjang 36 km ini telah menjadi urat nadi strategis.
Dengan rampungnya konektivitas interchange ini nantinya, efisiensi waktu tempuh akan semakin terasa. Perjalanan yang biasanya memakan waktu 1,5 jam melalui jalur nasional kini terpangkas menjadi hanya sekitar 30 menit melalui jalan tol.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses konstruksi ini demi kenyamanan dan aksesibilitas yang lebih baik di masa depan,” tutup Rizki.








