Selain itu, alat pengisian di SPBU secara rutin menjalani uji tera tahunan oleh Direktorat Metrologi untuk mendapatkan sertifikasi ketepatan volume atau jumlah liter BBM yang dijual.
“Fasilitas pendukung seperti toilet, musala, dan tenant juga kami pastikan tersedia demi kenyamanan pelanggan,” tambah Rachmad.
Dalam kesempatan yang sama, Hiswana Migas juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan saran dan kritik terkait pelayanan SPBU. Langkah ini, kata Rachmad, merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu layanan dan transparansi kepada konsumen.
“Kami terbuka terhadap masukan pelanggan. Tujuan kami sederhana: memberikan layanan dan pengalaman terbaik bagi masyarakat pengguna BBM Pertamina,” ujarnya.
Hiswana Migas terus memperkuat kolaborasi dengan Pertamina dan para pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan kualitas pelayanan SPBU di seluruh Indonesia.
Dalam menghadapi era digital, asosiasi ini juga berkomitmen menerapkan solusi inovatif berbasis teknologi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyaluran BBM dan LPG.
Hiswana Migas merupakan perhimpunan pelaku usaha di bidang energi, terutama di sektor penyaluran BBM dan LPG. Saat ini organisasi tersebut memiliki lebih dari 12.000 anggota, dengan sekitar 6.500 di antaranya adalah pengelola SPBU, dan menyerap lebih dari 500.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia.







