SMKN Jawa Tengah yang diapresiasi Jokowi, berdiri pada 2014. Tepat setahun setelah Ganjar memimpin Jawa Tengah. Saat ini sekolah berasrama untuk siswa miskin tersebut, telah berhasil meluluskan tujuh angkatan dengan jumlah total 1.837 lulusan.
Ganjar mengungkapkan, sekolah yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja sangat dibutuhkan. Digembleng melalui pendidikan yang diterapkan di sekolah, Ganjar hakul yakin, para siswa bisa mengembangkan diri secara optimal.
Di antara siswa yang merasakan manfaat sekolah besutan Ganjar itu adalah Rafli Saputro. Semula ia merasa gamang untuk meneruskan sekolah. Sebagai anak seorang buruh pemotong filter rokok di Kudus, ia khawatir kondisi ekonomi keluarga tak mencukupi untuk membiayainya sekolah. Untung saja ia menemukan SMKN Jawa Tengah Kampus Pati, dan bersekolah di sana.
Kini, Rafli telah bekerja di perusahaan teknologi di Jepang. Merajut masa depannya di Negeri Sakura, Rafli bisa membelikan sebidang tanah, merenovasi rumah serta rutin mengirim uang untuk kebutuhan orangtuanya di kampung.
SMKN Jawa Tengah sengaja dirancang sebagai sekolah kejuruan modern. Kompetensi yang diajarkan kepada siswa sangat adaptif terhadap kebutuhan industri.
Di SMKN Jawa Tengah Kampus Semarang, misalnya, terdapat lima kompetensi keahlian. Mulai dari Konstruksi Batu dan Beton, Teknik Mekatronika, Teknik Permesinan, Teknik Otomasi Industri serta Teknik Kendaraan Ringan. Sedangkan SMKN Jateng













