Bagi guru honorer yang memenuhi syarat, kebijakan ini mungkin bisa menjadi penyelamat sementara. Namun, bagi yang tidak, ancaman kehilangan pekerjaan menjadi semakin nyata.
Meski menghadapi ketidakpastian, para guru honorer di Karimun tetap menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Mereka berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada mereka, mengingat peran penting guru dalam membangun masa depan generasi muda.
“Kami hanya ingin tetap mengajar. Ini bukan hanya tentang uang, tapi tentang anak-anak yang membutuhkan kami,” kata seorang guru honor.
Di tengah dinamika kebijakan ini, satu hal yang tetap tak berubah: semangat para guru honorer yang terus berjuang demi pendidikan, meskipun masa depan mereka sendiri masih penuh tanda tanya.













