EkonomiNatunaZona Headline

Ekspor Perikanan Natuna Terhambat, Kadis: Masalah Ada di Jalur Perdagangan Laut China Selatan

2111
×

Ekspor Perikanan Natuna Terhambat, Kadis: Masalah Ada di Jalur Perdagangan Laut China Selatan

Share this article

Kepala Dinas Perikanan Natuna sebut hambatan ekspor bukan persoalan domestik, Pemda tunggu solusi dari pemerintah pusat dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kapal Hongkong yang merapat di Pulau Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat beberapa lalu. (Foto: Aulia Rahman)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Ekspor komoditas perikanan dari Kabupaten Natuna mengalami hambatan serius sejak April 2025. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, Hadi Suryanto, menyatakan bahwa gangguan tersebut bukan berasal dari persoalan dalam negeri, melainkan dipicu oleh kendala di jalur perdagangan laut internasional.

“Kalau kita ambil informasi sementara, kemungkinan besar penyebabnya adalah regulasi perdagangan lintas batas di perairan Laut China Selatan, terutama jalur antara Hongkong dan China,” jelas Hadi Suryanto pada Senin (5/5/2025).

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

Hadi menegaskan bahwa hambatan ekspor ini tidak hanya terjadi di Natuna, melainkan juga dialami sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur. Ia menyebut bahwa kapal-kapal pengangkut dari Hongkong yang biasa melayani ekspor perikanan, sejak April tidak lagi masuk ke pelabuhan-pelabuhan di kawasan timur Indonesia.

“Ini bukan masalah lokal. Pemerintah daerah hanya bisa menunggu solusi dari pemerintah pusat karena ini menyangkut perdagangan internasional yang berada di luar kewenangan daerah,” katanya.

BACA JUGA:  Tiga Pekan Diselimuti Kabut Asap Karhutla Kalimantan, Sekolah di Serasan Natuna Meliburkan Siswa dan 52 Warga Kena ISPA

Kondisi ini dinilai berisiko memperlambat distribusi hasil laut Natuna yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah. Terlebih, wilayah Natuna dikenal sebagai salah satu penghasil perikanan laut terbesar di Kepulauan Riau dengan potensi ekspor ke berbagai negara Asia.