TanjungpinangZona Headline

Drama Sengketa Tanah 8 Hektar di Bintan: Warisan Keluarga yang Jadi Konflik Hukum

1413
×

Drama Sengketa Tanah 8 Hektar di Bintan: Warisan Keluarga yang Jadi Konflik Hukum

Share this article
Sidang dugaan penipuan dan penggelapan 8 Ha kebun milik keluarga Almarhum Haji Ramli digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (8/1/2025). (Foto: ist)
banner 468x60

“Terdakwa masuk ke kamar ibu kami dan membujuknya untuk membubuhkan cap jempol pada dokumen yang tidak diketahui isinya. Ibu kami sedang tidur, dan dia dipaksa tanda tangan,” tutur Risnawati.

Keluarga kemudian membantah validitas dokumen tersebut dengan membuat pernyataan tertulis dan rekaman video. Mereka menegaskan bahwa cap jempol tersebut didapatkan dengan cara yang tidak sah.

BACA JUGA:  Pohon Tumbang Hantam Rumah Warga di Bukit Abun dan Melintang Tutup Akses Jalan Menuju RSUD Dabo

Kenangan di Kebun yang Kini Jadi Konflik

Saksi lain, Rini Sofriany, mengenang masa kecilnya di kebun kelapa yang kini menjadi sengketa. “Kami dulu sering camping di lahan itu bersama orang tua. Tak pernah terpikir lahan itu akan dijual tanpa sepengetahuan kami,” katanya.

Sementara itu, saksi pembeli, Tiwan, mengakui transaksi dengan Uul, meski ia sendiri tidak mengetahui apakah terdakwa memiliki hak penuh atas tanah tersebut. “Saya sempat menawarkan DP Rp 60 juta, tapi tidak bertemu ibu (Ciah Sutarsih) karena sakit. Uang itu saya titipkan ke Uul,” jelas Tiwan.

BACA JUGA:  Prabowo Buka-bukaan Soal Anomali Ekonomi: Logikanya RI Tambah Kaya, tapi Penduduk Miskin Malah Nambah

Rasa Pengkhianatan yang Mendalam

Di akhir kesaksiannya, Risnawati mengekspresikan kekecewaan mendalam terhadap Uul. “Kami tidak menyangka, seseorang yang kami anggap keluarga tega melakukan ini. Dia dibesarkan di tengah kami dengan penuh cinta,” ujarnya lirih.