Pabrik ini akan memproses hasil tangkapan nelayan menjadi produk bernilai tambah yang siap dipasarkan ke mancanegara.
“Dengan adanya pabrik ini, produk-produk perikanan tangkap dari nelayan dapat diproses menjadi produk bernilai tambah dan diekspor ke pasar internasional, seperti Singapura, Malaysia dan Amerika,” jelas Dewi Ansar.
Pembangunan pabrik pengolahan ikan ini, lanjut Dewi Ansar, juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal. PT Bintan Intan Gemilang diperkirakan akan menyerap 150-250 tenaga kerja, memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat Bintan.
“Semoga pabrik pengolahan ikan ini menjadi elemen penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kepulauan Riau, khususnya di wilayah Kijang Kota. Ini juga sejalan dengan misi pemerintah provinsi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis maritim dan peningkatan kemakmuran masyarakat,” harap Dewi Ansar.
CEO PT Bintan Intan Gemilang, Dinaria menyampaikan bahwa perusahaan telah mempekerjakan 80 pekerja lokal dan siap menyerap lebih banyak tenaga kerja saat pabrik selesai.
“Kami berencana merekrut sekitar 250 orang saat pabrik ini beroperasi penuh. Ini termasuk anak-anak muda Bintan yang memiliki keterampilan di bidang pengolahan perikanan,” ujar Dinaria.






