Tak hanya B, rekannya N (17) asal Pematang Siantar juga menjadi korban. Ia dijebak oleh sepupunya sendiri dengan iming-iming pekerjaan, namun kemudian juga dipaksa masuk dalam lingkaran prostitusi online yang dikendalikan oleh Mami Lona.
“Teman saya (N) sekarang sudah dijemput orang tuanya dan dibawa pulang ke kampung,” ungkap B.
Sebagian besar dari 12 korban telah dipulangkan, sementara beberapa lainnya masih dimintai keterangan sebagai saksi dalam proses penyidikan.
Kasus ini menambah panjang daftar praktik perdagangan manusia dan prostitusi online di Batam yang memanfaatkan aplikasi seperti MiChat sebagai media transaksi.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas, terutama bagi perempuan muda dari luar daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait progres pengejaran terhadap Mami Lona.













