harris
BatamInvestasi

Didominasi 66% Lautan, Batam Tuntut Keadilan Anggaran di RUU Daerah Kepulauan

49
×

Didominasi 66% Lautan, Batam Tuntut Keadilan Anggaran di RUU Daerah Kepulauan

Share this article
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
banner 468x60

“Formula bantuan atau anggaran dari pusat saat ini belum berpihak secara adil pada daerah kepulauan. Kami berharap melalui RUU Daerah Kepulauan ini, aspek luas laut dan kompleksitas pengelolaannya benar-benar diperhitungkan sehingga disparitas antardaerah dapat diperkecil,” tegas Amsakar.

Menurutnya, jika pembagian anggaran hanya melulu menghitung jumlah penduduk dan luas daratan, daerah-daerah pulau akan selalu tertinggal dari segi infrastruktur penunjang antarpulau.

BACA JUGA:  Sidak Lapas Perempuan Batam, Ombudsman Kepri Bongkar Dugaan Pungli Sipir dan Overkapasitas Parah

Ketimpangan anggaran ini berdampak langsung pada masih lebarnya celah pembangunan antara pusat pertumbuhan ekonomi kota dengan masyarakat di wilayah penyangga (hinterland).

Melalui pengesahan RUU Daerah Kepulauan, Pemko Batam mendesak adanya instrumen hukum kuat yang mengatur:

Penguatan dan perlindungan wilayah pesisir serta tata kelola reklamasi berkelanjutan.

Peningkatan aksesibilitas konektivitas dan transportasi antarpulau.

BACA JUGA:  Natalia Selamat! Karyawati yang Jatuh dari Jembatan 1 Barelang Ditemukan Hidup oleh Tim SAR Gabungan

Pengamanan intensif di pulau-pulau terluar.

Pemberdayaan ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan.

Di sisi lain, Amsakar mengingatkan agar aturan baru ini nantinya harus disinkronisasikan agar tidak tumpang tindih dengan status khusus Batam yang saat ini sudah berjalan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

BACA JUGA:  Warga Pantai Melayu Mengaku Terintimidasi Tim Terpadu Saat Libur Maulid Nabi Terkait Proyek Sekolah Merah Putih