“Bahkan sebenarnya bisa lebih ditekan lagi kalau skala ekonomis pelabuhan di Batam bisa diperluas. Biaya biaya siluman yang masih terjadi dan dipungut di pelabuhan, seharusnya sudah dibersihkan. Jangan malah semakin menjadi jadi sehingga menyebabkan biaya penanganan kontainer menjadi mahal,” ucapnya
Rafki berharap hal ini menjadi perhatian Kepala BP Batam. “Kita harus jadikan Batam kompetitif bukan malah makin sulit bersaing dengan negara tetangga akibat tarif kontainer yang makin mahal. Mari kita jaga Batam ini supaya menarik bagi investor berinvestasi,” ujarnya.
BP Batam sebelumnya melakukan pembahasan internal terkait penyesuaian tarif bongkar muat peti kemas tersebut pada Kamis (22/6/2023).
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan pihaknya berupaya untuk segera melakukan sosialisasi terkait penyesuaian tarif dalam waktu dekat.
“Pembahasannya awal Juni lalu sudah selesai. Akan tetapi, kami memerlukan waktu untuk melakukan sosialisasi. Minimal satu bulan ke depan,” pungkasnya.













