Gudangberita.co.id, Batam – Aksi ratusan warga Tanjung Sengkuang yang menuntut kepastian penyelesaian krisis air bersih di depan Gedung BP Batam, Kamis (22/1/2026), berlangsung panas.
Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra terlihat tersulut emosi saat warga menagih janji kampanye terkait penuntasan krisis air di wilayah stress area.
Warga menyuarakan kekecewaan karena layanan air bersih di Tanjung Sengkuang tak kunjung membaik. Mereka menilai janji Amsakar–Li Claudia saat kampanye belum diwujudkan, terutama soal prioritas penanganan krisis air di kawasan yang selama ini rawan suplai.
Menanggapi desakan warga, Amsakar menegaskan tidak ada diskriminasi pelayanan air bersih di Batam. Ia menyebut seluruh wilayah mendapat perlakuan yang sama dan Pemko Batam bersama BP Batam tengah memikirkan penyelesaian di 18 stress area, termasuk Tanjung Sengkuang.
“Pelayanan air bersih tidak ada perbedaan satu dan lainnya. Armada sudah kami masukkan, tapi memang kondisinya berat karena banyak yang harus kita dorong,” ujar Amsakar di hadapan massa.
Amsakar bahkan menyatakan siap mempertaruhkan jabatannya bila janji kampanye tidak terealisasi. Ia meminta waktu tiga bulan untuk membuktikan komitmen tersebut dan berjanji akan kembali menggelar pertemuan lanjutan. Pernyataan ini langsung disambut teriakan warga yang mengingatkan bahwa tiga bulan ke depan sudah memasuki bulan Ramadan dan Idulfitri.













