NatunaZona Headline

Dari Status WA ke Setor Dana: Cara Warga Ranai Natuna Tergiur Ikut Investasi Diduga Bodong

505
×

Dari Status WA ke Setor Dana: Cara Warga Ranai Natuna Tergiur Ikut Investasi Diduga Bodong

Share this article
Ilustrasi
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Bukan dari seminar mewah atau iklan besar, ketertarikan warga Ranai, Kabupaten Natuna, pada platform investasi Opalp Exchange justru bermula dari hal paling dekat, yakni status WhatsApp.

Screenshot saldo dolar, cerita penarikan jutaan rupiah, hingga ajakan dari orang-orang terdekat perlahan menumbuhkan keyakinan bahwa investasi tersebut aman dan menguntungkan.

BACA JUGA:  Tiga Kasus Cabul Anak di Natuna yang Mengguncang Nalar Publik

N, warga Ranai yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan mayoritas peserta berasal dari kalangan berpenghasilan tetap.

“Yang ikut itu kebanyakan PNS atau pensiunan. Jadi orang mikirnya aman, karena mereka juga berani masuk,” kata N.

Ia mengaku berkali-kali ditawari bergabung oleh kerabat sendiri. Lingkaran pertemanan dan keluarga menjadi pintu utama masuknya investor baru.

BACA JUGA:  Program Sekolah Rakyat 2026 Dikawal BPKP, Pemkab Natuna Pastikan Bantuan Tepat Sasaran untuk Keluarga Rentan

“Banyak sepupu, keluarga, bahkan satu rumah ikut. Kalau saya ada modal waktu itu, mungkin sudah ikut juga,” ujarnya.

Menurut N, daya tarik utama bukan teori investasi, melainkan bukti penarikan dana yang dibagikan secara rutin.

“Status WA isinya screenshot saldo dolar. Ada juga yang cerita tiap bulan bisa tarik dua sampai tiga juta. Itu yang bikin orang yakin,” ucapnya.

BACA JUGA:  1.897 Ton Beras Ilegal di Kepri Terbongkar, Tapi Siapa Dalangnya?

Meski penarikan dilakukan pada tanggal tertentu, hal itu tidak dianggap masalah. Justru dianggap sebagai sistem yang rapi dan terjadwal. Keraguan yang sempat muncul perlahan terkikis oleh testimoni dan cerita sukses di lingkungan sekitar.