Roy menerangkan pasca kejadian ia langsung menugaskan Danramil ke lokasi kejadian agar tak ada aksi lanjutan.
“Setelah itu mereka bubar dan kami mendapat informasi ini, Danramil kami perintahkan ke TKP dan laksanakan konsolidasi dan meredam aksi lanjutan. Sebenarnya suasana tadi malam sudah kondusif,” ujarnya.
Roy menyebut pihaknya juga langsung mencari keberadaan oknum Babinsa berinisial AP tersebut. Oknum TNI itu sudah diamankan tadi pagi.
“Yang bersangkutan kami cari dan tadi pagi oknum langsung diamankan dan ditahan di sel. Kami tidak menutupi kasus ini,” ujarnya.
Roy menekankan bahwa kejadian yang melibatkan oknum TNI itu bukan mengatasnamakan institusi TNI AD, melainkan oknum. Atas kejadian itu ia menyampaikan permintaan maaf.
“Ini per orang bukan institusi. Kami mohon maaf atas kejadian ini,” ujarnya.
Roy menerangkan bahwa oknum TNI itu saat ini telah diproses di Denpom 1/6 Batam. Untuk masyarakat sipil yang terlibat akan diserahkan ke kepolisian.
“Yang terlibat oknum TNI akan di proses di Pom TNI AD. Yang sipil diserahkan ke Kapolres sehingga tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.
Sementara itu terkait kondisi korban pengeroyokan, Kapolres menyebut mengalami lebam di pipi dan tangan.
“Tidak signifikan, kondisi rawat jalan. Mengalami lebam di pipi dan tangan,” kata Heribertus.













