BatamZona Headline

Buruh Minta UMK Batam 2024 Naik 15 Persen, Hingga Tolak Rencana Impor Beras 23 Juta Ton

203
×

Buruh Minta UMK Batam 2024 Naik 15 Persen, Hingga Tolak Rencana Impor Beras 23 Juta Ton

Share this article
Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerjaan Metal Indonesia (FSPMI) Yapet Ramon. (Foto: Ben)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Kenaikan UMK 15 persen di tahun 2024 menjadi salah satu poin unjukrasa buruh di Batam Center, Senin (25/9/2023). Aksi buruh digelar di depan Gedung Pemko Batam dan DPRD Batam.

Dalam tuntutannya elemen buruh dari pekerja, serikat buruh dan partai buruh yang menamakan diri Koalisi Rakyat Batam ini menyuarakan enam poin.

Baca Juga:  Subsidi Tol Laut 63 Persen Belum Tekan Harga Pangan di Natuna, Disparitas Masih Lebar

Yakni meminta pemerintah mencabut Omnibuslaw UU nomor 6/2023 terkait Cipta Kerja, Kenaikan Upah 2024 sebesar 15 persen, meminta pemerintah mencabut Presidential Treshold 20% menjadi 0%, reforma agraria dan kedaulatan pangan, menolak rencana impor beras 23 juta ton oleh pemerintah hingga meminta turunnya harga beras dan sembako.

Ratusan mass buruh menggelar aksinya sekitar Pukul 10.00 WIB. Tampak polisi melintangi kedua gedung Pemko dan DPRD dengan kawat berduri.

Baca Juga:  Kaki Bengkak, Disuruh Lari dan Angkat Galon, Pengakuan Keluarga Korban TPPO Kamboja Asal Natuna

Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerjaan Metal Indonesia (FSPMI) Yapet Ramon mengatakan, jika aksi ini serentak secara nasional.

“Kita minta parlementary threshold (ambang batas parlemen) dicabut menjadi nol persen karena ini berbahaya buat kaum buruh yang saat ini baru bergabung dengan kawan-kawan dari Partai Buruh,” kata Ramon.

Tuntutan lain terkait dengan penolakan impor beras yang akan masuk ke Indonesia. Berikutnya terkait dengan reforma agraria dan ketahanan pangan.