Gudangberita.co.id, Natuna – Kunjungan sehari Bupati Natuna Cen Sui Lan di Pulau Midai, Selasa (25/11/2025), berubah menjadi rangkaian keputusan penting yang bisa menentukan masa depan ketahanan pangan di pulau terluar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I. Bukan seremoni, melainkan “rapat lapangan” tanpa sekat meja dan kursi—dan setiap simpul keputusan diambil langsung di titik persoalan.
Di tengah kemandirian pangan yang mulai tumbuh di Midai, dua desa—Air Putih dan Gunung Sebelat—mengusulkan pembukaan sawah seluas 500 hektare. Bukan sekadar angka di peta, tetapi langkah nyata memutus ketergantungan pasokan dari luar, terutama dari Pemangkat yang selama ini mengirim bahan pokok dengan kapal kayu.
“Kalau airnya siap, petani siap menanam. Ketahanan pangan di Midai harus dimulai dari sumbernya,” tegas Cen di lokasi lahan, dikelilingi kontur bukit dan lintasan laut utara Natuna.
Di titik lahan sawah satu hektare yang akan dicetak lebih dulu, Cen menghubungi pejabat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU. Responsnya cepat—jarang terjadi dalam birokrasi berlapis. Permintaan konkritnya: pembangunan irigasi primer dan teknis.
Model yang dipakai adalah kolaborasi empat level pemerintahan:













